Rabu, 31 Maret 2010

Tugas Kuliah Sistem Komunikasi 3

SISTEM PENGKODEAN DATA


PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Perkembangan teknologi dalam era komunikasi yang semakin maju ini memegang peranan penting adalah teknologi dalam pengumpulan, pengolahan, dan distribusi informasi. Teknologi lainnya yang mengalami perkembangan pesat adalah instalasi jaringan telepon yang telah dapat menjangkau seluruh pelosok dunia, penemuan radio dan televisi, penemuan baru dalam bidang industri komputer, dan peluncuran satelit komunikasi.

Akibat perkembangan teknologi yang demikian cepat, teknologi-teknologi tersebut menjadi saling terkait. Perbedaan-perbedaan yang ada dalam pengumpulan, pengiriman, penyimpanan dan pengolahan informasi menjadi semakin mudah untuk diatasi. Saat ini organisasi-organisasiyang memiliki ratusan kantor yang tersebar dan berjauhan dapat memeriksa keadaan pos terdepannya cukup dengan menekan tombol saja.

Walaupun industri komputer relatif lebih mudah dibandingkan dengan industri-industri lainnya (misalnya otomotif dan transportasi udara), komputer telah mengalami kemajuan yang pesat dalam waktu yang singkat. Dalam dua dekade sejak ditemukannya, sistem komputer sangat tersentralisasi, dan biasannya disimpan di dalam sebuah ruangan besar yang berdinding kaca. Sehingga keberadaannya dapat membuat pengunjung merasa takjub terhadap barang elektronika ajaib tersebut. Saat ini perubahan tingkat menengah atau universitas hanya memiliki satu atau dua buah saja sedangkan institusiyang besar paling banyak hanya memiliki beberapa lusin. Pemikiran bahwa dalam waktu 20 tahun akan dapat diciptakan komputer hebat dengan ukuran lebih kecil dari perangko yang dapat diproduksi secara masal hanya merupakan cerita fiksi ilmiah belaka.

Penggabungan teknologi komputer dan komunikasi berpengaruh terhadap bentuk organisasi sistem komputer. Dewasa ini, konsep “pusat komputer”, sebagai sebuah ruangan yang berisi sebuah komputer besar tempat semua pengguna mengolah pekerjaannya, merupakan pemikiran yang sudah ketinggalan jaman. Model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi telah diganti oleh sekumpulan komputer yang berjumlah banyak yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya. Sistem seperti ini disebut jaringan komputer (computer network). Rancangan dan organisasi jaringan akan menjadi pokok pembahasan selanjutnya.

Dalam penyaluran data antar komputer, data yang disalurkan harus dimengerti oleh masing-masing perangkat baik oleh pengirim maupun penerima. Untuk itu digunakan system sandi sesuai standard. Suatu karakter didefinisikan sebagai huruf, angka,tanda aritmetik dan tanda khusus lainya.


PEMBAHASAN

A. SISTEM PENGKODEAN

Karakter-karakter data yang akan dikirim dari satu titik ke titik lain, tidak dapat dikirimkan secara lansung. Sebelum dikirim, karakter-karakter data tersebut harus dikodekan terlebih dahulu dengan kode-kode yang dikenal oleh setiap terminal. Tujuan dari sebuah pengkodean adalah menjadikan tiap karakter dalam sebuah informasi digital yaitu ke dalam bentuk biner untuk dapat ditransmisikan.
Kode-kode yang sering digunakan pada beberapa sistem komunikasi data dan dikenal oleh berbagai terminal diantaranya adalah Kode Tujuh Bit (ASCII) dan kodeABCDIC .

B. MACAM-MACAM KODE

1. Kode Baudot

Berawal dari kode morse. Ada kode 4-an, 5-an, 6-an, dan 8-an yang digunakan untuk pengiriman telegraph yang disimpan di pita berupa lubang tutup. Untuk lubang sebanyak 6x berturut-turut disebut sebagai kode 6-an. Begitu juga yang lainya. Kode ini juga digunakan sebagai satuan kecepatan pengiriman data. Kode baudot ini ada sejak 1838 ditemukan oleh Frenchman Emile Baudot sebagai bapak komunikasi data. Terdiri dari 5 bit perkarakter (sehingga dapat dibuat 32 karakter) dan untuk membedakan huruf dengan gambar dipakai kode khusus, yakni 111111 untuk letter dan11011 untuKode ASCII

2. Standard Code (Americank figure. for Information Interchange)

Didefinisikan sebagai kode 7 bit (sehingga dapat dibuat 128 karakter). Masing-masing yaitu 0-32 untuk karakter kontrol (unprintable) dan 32-127 untuk karakter yang tercetak (printable). Dalam transmisi synkron tiga karakter terdiri dari 10 atau 11 bit : 1 bit awal, 7 bit data, 1 atau 2 bit akhir dan 1 bit paritas

3. Kode 4 atau Kode 8
Kombinasi yang diijinkan adalah 4 bit “1” dan 4 bit “0” sehingga dapat dibuat kombinasi 70 karakter.

4. Kode BCD (binary code desimal)
Terdiri dari 6 bit perkarakter dengan kombinasi 64 karakter. Untuk asynkron terdiri dari 9 bit: 1 bit awal, 6 bit data, 1 bit paritas dan 1 bit akhir.

5. Kode EBCID
Menggunakan 8 bit perkarakter dengan 256 kombinasi karakter.
Asynkron: 1 bit awal, 8 bit data, 1 bit paritas dan 1 bit akhir.

C. KARAKTER-KARAKTER PENGKODEAN DATA


1.
Kendali Format

Kendali format (format control) merupakan karakter-karakter yang digunakan untuk mengendalikan format pengaturan posisi print head atau kursor sesuai dengan keinginan.

Ada enam karakter yang digunakan untuk melakukan kendali format yaitu :

1.BS (Back Space). Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau menampilkan kursor satu posisi ke belakang.

2.HOT (Horisontal Tabulation). Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau memindahkan kursor ke depan menuju tab berikutnya atau menghentikan posisi.

3.LF (Line Feed). Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau menampilkan kursor menuju posisi karakter yang sesuai pada baris berikutnya.

4.VT (Vertical Tabulation). Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau menampilkan kursor menuju rangkaian baris berikutnya.

5.FF (Form Feed). Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau menampilkan kursor menuju posisi awal halaman, form atau layar berikutnya.

6.CR (Carriage Return). Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau menampilkan kursor menuju pada posisi awal di baris yang sama.

2. Kendali Pengiriman

Kendali pengiriman ini digunakan untuk mengemas pesan ke dalam format yang dikenal dan untuk mengontrol aliran data dalam jaringan. Kendali pengiriman ini digunakan dalam protokol-protokol yang berorientasi karakter. Protokol yang berorientasi karakter, menggunakan karakter-karakter khusus untuk membedakan segmen-segmen bingkai informasi yang berbeda-beda pada saat pengiriman. Pada protokol ini, semua pesan dikirim dalam sederetannya byte.

Beberapa karakter yang digunakan untuk kendali pengiriman antara lain adalah :

1. SOH (Start of Heading)

Menunjukkan bagian awal heading yang berisikan alamat atau arah informasi

2. STX (Start of Text)

Menunjukkan bagian awal teks dan bagian akhir heading

3. ETX (End of Text)

Menunjukkan bagian akhir teks yang dimulai dengan karakter STX

4. EOT (End of Transmision)

Menunjukkan selesainya transmisi dan kemungkinan mencakup atau teks lebih berikut dengan headingnya

5. ENQ (Enquiry)

Menunjukkan permintaan tanggapan dari station yang berjauhan

6. ACK (Acknowledgement)

Menunjukkan respon persetujuan kepada pengirim. Karakter ini dikirimkan oleh penerima untuk menunjukkan respon positif pada pengirim

7. NAK (Negative Acknowledgement)

Dikirimkan oleh penerima untuk menunjukkan respon negatif kepada pengirim

8. SYN (Synchronous /IDLE)

Digunakan oleh sistem transmisi sinkron untuk mempercepat proses sinkronisasi

9. ETB (End of Transmission Block)

Menunjukkan bagian akhir block data untuk keperluan komunikasi

3. Kendali Piranti

Kendali piranti (Device Control) merupakan karakter-karakter yang digunakan untuk mengendalikan piranti seperti mengendalikan operasi fisik dari setiap terminal. Contoh implementasinya adalah seperti menghidupkan atau mematikan tombol penggerak. Karakter-karakter yang dipakai untuk mengendalikan piranti-piranti tersebut antara lain adalah DC1, DC2, DC3 dan DC4. DC1 dan DC3 biasanya dipakai untuk mengendalikan aliran data dari terminal tak sinkron. DC1 untuk menghidupkan aliran dan DC3 untuk mematikan aliran data.

4. Pemisah Informasi

Pemisah informasi (Information Separator) digunakan untuk memisahkan informasi yang dikirim sehingga memudahkan perekaman dan penyimpanan data.

Dari daftar kode ASCII pada tabel 1, terdapat empat karakter yang dikategorikan sebagai pemisah informasi. Keempat karakter tersebut adalah :

Ø US (Unit Separator)

Ø RS (Record Separator)

Ø GS (Group Separator)

Ø FS (File Separator)

D. PENGGUNAAN SISTEM PENGKODEAN

Sejak ditemukannya radio maka penggunaannya semakin lama semakin banyak dan berbagai macam. Hal ini menimbulkan permasalahan yaitu padatnya jalur komunikasi yang menggunakan radio. Bisa dibayangkan jika pada suatu kota terdapat puluhan stasiun pemancar radio FM dengan bandwidth radio FM yang disediakan antara 88 MHz – 108 MHz. Tentunya ketika knob tunning diputar sedikit maka sudah ditemukan stasiun radio FM yang lain. Ini belum untuk yang lain seperti untuk para penggemar radio kontrol yang juga menggunakan jalur radio. Bahkan untuk pengontrollan pintu garasi juga menggunakan jalur radio. Jika kondisi ini tidak ada peraturannya maka akan terjadi tumpang tindih pada jalur radio tersebut.
Alternatifnya yaitu dengan menggunakan cahaya sebagai media komunikasinya. Cahaya dimodulasi oleh sebuah sinyal carrier seperti halnya sinyal radio dapat membawa pesan data maupun perintah yang banyaknya hampir tidak terbatas dan sampai saat ini belum ada aturan yang membatasi penggunaan cahaya ini sebagai media komunikasi.

E. TEKNIK PENGKODEAN

a. Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L)

ii.Voltase yang berbeda bagi bit 0 dan 1

iii.Voltase konstan selama interval bit tidak ada transisi (tidak - kembali ke level voltase 0)

iv.Sebagai contoh ketiadaan voltase untuk biner 0, dan voltase positif konstan untuk biner 1

v.Umumnya voltase negatif bagi biner 1 dan voltase positif untuk yang lainnya.

b. Nonreturn to Zero Inverted (NRZI)

Ø Voltase pulsa konstan untuk durasi waktu bit

Ø Data encode ditandai kehadiran atau ketidakhadiran transisi sinyal pada permulaan waktu bit

Ø Transisi (rendahke tinggi atau tinggi ke rendah) menunjukkan biner 1

Ø Tidak ada transisi menunjukkan biner 0

Ø Merupakan contoh pengkodean differensial

c. Bipolar – AMI

a. Pseudoternary

ü Biner 1 menyatakan tidak ada sinyal

ü Biner 0 menyatakan pulsa yang berganti-ganti negatif dan positif

ü Tidak ada kelebihan atau kekurangan dibandingkan dengan bipolar AM

b. Manchester

ü Transisi di tengah-tengah setiap periode bit

ü Transisi bermanfaat sebagai mekanisme detak dan data

ü Transisi rendah ke tinggi menyatakan biner 1

ü Transisi tinggi ke rendah menyatakan biner 0

ü Digunakan untuk standard IEEE 802.3

c. Differential Manchester

ü Transisi pertengahan bit digunakan untuk menyatakan detak

ü Transisi pada permulaan periode bit menyatakan 0

ü Ketiadaan transisi pada permulaan periode bit menyatakan 1

ü Digunakan pada IEEE 802.5

d. B8ZS

ü Bipolar With 8 Zeros Substitution

ü Berdasarkan pada bipolar-AMI

ü Bila oktaf dari 0 muncul dan pulsa voltase terakhir positif maka dihasilkan 8 nol oktaf yang ditandai dengan 000+-0-+

ü Bila oktaf dari nol muncul dan pulsa voltase terakhir negatif maka dihasilkan 8 nol oktaf yang ditandai dengan 000-+0+-

ü Menyebabkan 2 kode penyimpangan pada AMI

ü Tidak mungkin disebabkan oleh derau

ü Receiver mendeteksi dan mengartikan oktaf berisi semua no.l

e. HDB3

ü High Density Bipolar 3 Zeros

ü Berdasarkan bipolar-AMI

ü String dari 4 nol menyatakan 1 atau 2 pulsa

F. ENCORDING Dan DECODING

Encoding, merupakan proses pengkonversian suatu sumber data analog maupun digital menjadi sinyal digital. Bentuk sinyal yang dihasilkan nantinya bergantung kepada teknik encoding dan media transmisi yang digunakan. Sinyal yang paling banyak dikenal adalah sinyal audio yang berbentuk gelombang bunyi dan dapat didengar oleh manusia. Sinyal ini biasa disebut dengan speech. Sinyal yang dihasilkan dari speech tersebut memiliki komponen frekuensi antara 20 Hz sampai 20 kHz. Tetapi sebagian spektrum energinya terkonsentrasi pada frekuensi rendah.

Untuk menjadikan sinyal digital, maka sumber analog di encoding terlebih dahulu menjadi sinyal digital. Data digital atau analog akan melewati suatu alat yang disebut dengan encoder yang digunakan untuk melakukan encoding sehingga menghasilkan sinyal digital. Sinyal digital tersebut digunakan dalam kegiatan transmisi data. Sedangkan untuk menuju kepada penerima akan diubah kembali pada sinyal asli baik analog maupun digital. Untuk itu digunakan alat yang disebut dengan nama decoder dan proses perubahan sinyal yang dinamakan decoding.

Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Sistem Pengkodean data pun sangat besar manfaatnya bagi dunia teknologi informasi dan telekomunikasi


Tugas Kuliah Sistem Komunikasi 2

SISTEM TRANSMISI DATA


PENDAHULUAN

Seiring meningkatnya tuntutan manusia akan kemudahan mendapatkan kebutuhan, maka berbagai usaha akan di tempuh dengan penerapan ilmu dan teknologi, usaha tersebut semakin mudah dilakukan ketika manusia mampu mengembangkan ilmu dan teknologi.

Berbagai masalah yang dapat dijadikan implementasi adalah dari ilmu dan teknologi, salah satunya dalam hal tenaga penggerak pada suatu alat mesin, penggunaan tenaga penggerak yang dari asal menggunakan tenaga manusia atau binatang dirasakan kurang efisien, maka digantilah tenaga penggerak yang lebih praktis dan dituntut ekonomis yaitu dengan menggunakan tenaga mesin. Dari pergantian ini diharapkan hasil yang diperoleh lebih baik dalam hal kualitas dan kuantitasnya, apabila kedua aspek telah terpenuhi maka produksi serta pendapatan akan meningkat.

Proses produksi telah menjadi tinjauan yang penting dalam suatu industri, pemakaian mesin penggerak dalam suatu kegiatan industri menjadi hal pokok yang sangat berpengaruh pada kelangsungan dan kemajuan proses produksi, beberapa hal yang nampak mencolok dari hasil produksi yang memakai tenaga mesin penggerak antara lain: kualitas dan kuantitas tinggi, dalam segi tenaga kerja atau operator dapat terkurangi, dalam segi waktu pengerjaan lebih cepat dan kebersihan relatif baik dengan demikian penggunaan mesin pada tenaga penggerak membuat kegiatan industri akan berkembang pesat dan dapat memenuhi kebutuhan manusia.


PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN TRANSMISI

Transmisi Adalah pergerakan informasi melalui sebuah media telekomunikasi. Transmisi memperhatikan pembuatan saluran yang dipakai untuk mengirim informasi, serta memastikan bahwa informasi sampai secara akurat dan dapat diandalkan.

DATA

Data

Entitas yang melambangkan suatu pengertian

Data Analog

Nilai kontinu di dalam beberapa interval

Contoh: Suara, video

Data Digital

Nilai diskrit

Contoh: teks, bilangan bulat

SINYAL

Suatu cara untuk menjalarkan/ mempropagasikan data

Analog

Variabel yang kontinu

Medium yang bervariasi

Kabel tembaga, serat optik, udara

Digital

Menggunakan 2 nilai arus listrik searah DC

Data & Sinyal

Umumnya menggunakan sinyal digital utk data digital dan sinyal analog utk data analog

Sinyal analog untuk membawa data digital

Modem

Sinyal digital untuk membawa data analog

Compact Disc Audio

2. TRANSMISI ANALOG DAN DIGITAL

a. Transmisi Analog

Sinyal analog ditransmisikan tanpa memperhatikan isinya

Data dapat berupa data analog atau digital

Terdapat redaman yang berbanding lurus dengan jarak

Menggunakan amplifiers untuk memperkuat sinyal à noise/derau juga ikut dikuatkan

b. Transmisi Digital

Memperhatikan isi data

Integritas terancam oleh noise/derau, redaman dan lainnya

Menggunakan pengulang / repeaters

Repeater menerima sinyal, mengekstrak pola bit,dan kemudian ditransmisikan kembali

Dengan demikian, redaman dapat diatasi namun noise/derau tidak dikuatkan.

c. Perbandingan Transmisi Analog dan Digital

Analog

1. Rentan terhadap Noise

2. Signal yang diterima diproses dengan diulang dan diamplifikasi.

3. Mudah terjadi crosstalk

4. Bentuk sinyal kontinyu.

5. Kualitas signal diukur dalam satuan S/N (Signal To Noise Ratio)

Digital

1. Tahan terhadap Noise

2. Proses regenerasi dilakukan bagi signal yang diterima.

3. Bebas cross talk

4. Bentuk signal diskrit (discrete)

5. Kualitas signal diukur dalam BER (Bit Error Rate)

Keuntungan Transmisi Digital

Teknologi digital, murah (LSI, VLSI)

Data integrity

Jarak lebih panjang melalui saluran kualitas rendah

Capacity utilization

Ekonomis untuk link dengan bandwidth tinggi

Multiplexing untuk derajat yang tinggi lebih mudah pada teknologi digital

Security & privacy

Encryption

Integration

Perlakuan sama untuk data analog maupun digital

3. GANGGUAN DALAM TRANSMISI

Sinyal yang diterima dapat berbeda dari sinyal yang dikirim

Pada sistem transmisi analog terjadi degradasi/penurunan kualitas sinyal

Pada sistem transmisi digital terjadi kesalahan bit (bit errors)

Hal-hal tersebut disebabkan oleh

Redaman atau distorsi redaman

1. Redaman (Attenuation) adalah fungsi yang meningkat dari frekuensi

2. Kekuatan sinyal menurun sejalan dengan jarak dan tergantung dengan media transmisi yang digunakan

3. Kekuatan sinyal yang diterima harus mencukupi untuk dideteksi dan harus cukup tinggi dari derau untuk dapat diterima tanpa kesalahan

Distorsi delay

Terjadi hanya di media transmisi terbimbing (guided media) misalnya kabel tembaga. Kecepatan propagasi bervariasi dengan frekuensi

Derau (Noise)

Derau (Noise) adalah merupakan sinyal tambahan (yang tidak diinginkan) yang disisipkan antara perangkat pengirim dan penerima.

Jenis-jenis derau:

a. Thermal

Dikarenakan pancaran panas dari elektron

Terdistribusi dengan Uniform

Sering disebut white noise

b. Intermodulasi

Sinyal yang merupakan penjumlahan dan perbedaan frekuensi yang orisinil melakukan sharing medium

c. Bicara Silang (Crosstalk)

Sinyal dari suatu jalur telekomunikasi terdengar oleh orang lain

d. Impuls

lonjakan tajam atau pulsa yang tidak biasanya

Contoh: inteferensi elektromagnetik dari luar

Durasinya pendek

Amplitudonya tinggi

4. FIBER OPTIK SEBAGAI MEDIA TRANSMISI DATA

Tiga dekade belakangan ini, telah dikembangkan sebuah teknologi baru yang menawarkan kecepatan data yang lebih besar sepanjang jarak yang lebih jauh dengan harga yang lebih rendah daripada sistem kawat tembaga. Teknologi baru ini adalah serat optik, serat optik menggunakan cahaya untuk mengirimkan informasi (data). Cahaya yang membawa informasi dapat dipandu melalui serat optik berdasarkan fenomena fisika yang disebut total internal reflection (pemantulan sempurna). Secara tinjauan cahaya sebagai gelombang elektromagnetik, informasi dibawa sebagai kumpulan gelombang-gelombang elektro-magnetik terpandu yang disebut mode. Serat optik terbagi menjadi 2 tipe yaitu single mode dan multi mode. Secara umum system komunikasi serat optik terdiri dari : transmitter, serat optik sebagai saluran informasi dan receiver. Pada transmitter terdapat modulator, carrier source dan channel coupler, pada saluran informasi serat optik terdapat repeater dan sambungan sedangkan pada receiver terdapat photo detector, amplifier dan data processing. Sebagai sumber cahaya untuk sistem komunikasi serat optik digunakan LED atau Laser Diode (LD)

Keuntungan Sistem Serat Optik

Mengapa sistem serat optik dikatakan merevolusi dunia telekomunikiasi ? ini karena dibandingkan dengan sistem konvensional menggunakan kabel logam (tembaga) biasa, serat optik memiliki :

1. Less expensive – Beberapa mil kabel optik dapat dibuat lebih murah dari kabel tembaga dengan panjang yang sama.

2. Thinner – Serat optik dapat dibuat dengan diameter lebih kecil (ukuran diameter kulit dari serat sekitar 100 µm dan total diameter ditambah dengan jaket pelindung sekitar 1 – 2 mm) daripada kabel tembaga, dan juga karena serat optik membawa light (cahaya) maka tentunya memiliki light weight (berat yang ringan). Maka kabel serat optik mengambil tempat yang lebih kecil di dalam tanah.

3. Higher carrying capacity – Karena serat optik lebih tipis dari kabel tembaga maka kebanyakan serat optik dapat dibundel ke dalam sebuah kabel dengan diameter tertentu maka beberapa jalur telepon dapat berada pada kabel yang sama atau lebih banyak saluran televisi pada TV cable dapat melalui kabel. Serat optik juga memiliki bandwidth yang besar ( 1 dan 100 GHz, untuk multimode dan single-mode sepanjang 1 Km).

4. Less signal degradation – Sinyal yang loss pada serat optik lebih kecil ( kurang dari 1 dB/km pada rentang panjang gelombang yang lebar) dibandingkan dengan kabel tembaga.

Aplikasi Fiber Optik (FO) dalam kehidupan sehari-hari

1. Dipakai dalam dunia penyiaran televisi dimana sinyal siaran diubah dalam bentuk digital dan dikirimkan melalui kabel FO yang dipasang pada studio TV. Dengan demikian penggunaan FO sangat efektif karena menghemat tempat penyimpanan kabel dalam gedung studio TV, tahan terhadap gelombang elektromagnetik sehingga informasi aman dan yang terpenting mampu menyimpan sejumlah besar informasi siaran

2. Dipakai untuk aplikasi LAN (Local Area Network) yang lebih efektif dan mempunyai kapasitas yang besar terutama untuk sekolah, rumah sakit, kantor,

3. Dipakai dalam teknologi telepon kabel karena FO memungkinkan terbentuknya jaringan yang sangat luas dalam dunia komunikasi dan sistem informasi sehingga peralihan dari kabel tembaga ke FO akan membawa perubahan pada masyarakat dalam mengakses informasi dengan cepat.

4. Dipakai untuk mengembangkan saluran FO bawah airUpaya ini merupakan terobosan baru bagi dunia komunikasi karena memberikan peluang bagi benua lain untuk mendapatkan akses data yang cepat dari suatu tempat yang terpisah oleh samudera.

5. Dipakai untuk memperlancar transmisi satelit yang seringkali mengalami gangguan dalam penerimaan informasi di permukaan bumi. FO dipakai sebagai relay pada alat-alat komunikasi di bumi yang dapat mengirimkan data dalam jumlah besar dengan cepat.

6. Di dalam dunia kedokteran, kabel FO dipakai untuk operasi dengan menggunakan laser dan juga dipakai sebagai bahan fiberscope, yaitu alat untuk melihat organ-organ pada tubuh manusia tanpa melakukan pembedahan.

7. Sedangkan dalam dunia industri, FO dipakai sebagai sensor yang memonitor struktur fisik material yang berbeda-beda. Dalam hal ini, FO dipasang pada material misalnya pada bahan pesawat terbang bahkan pada bahan pesawat luar angkasa., sehingga sekecil apapun kerusakan material pada perangkat tersebut dapat dideteksi oleh para ilmuwan dari bumi.

PENUTUP

Dengan berkembangnya teknologi komputer dan komunikasi suatu model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini disebut jaringan komputer (computer network).

Teknologi serat optik menawarkan kecepatan data yang lebih besar sepanjang jarak yang lebih jauh dengan harga yang lebih rendah daripada system konvensional menggunakan kawat logam (tembaga)

DAFTAR PUSTAKA

http://viamol.blogspot.com/

http://www.digilib.ui.edu/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=91296&lokasi=lokal

http://yulian.firdaus.or.id/2006/11/21/fiber-optic/#comment-38648