SISTEM PENGKODEAN DATA
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi dalam era komunikasi yang semakin maju ini memegang peranan penting adalah teknologi dalam pengumpulan, pengolahan, dan distribusi informasi. Teknologi lainnya yang mengalami perkembangan pesat adalah instalasi jaringan telepon yang telah dapat menjangkau seluruh pelosok dunia, penemuan radio dan televisi, penemuan baru dalam bidang industri komputer, dan peluncuran satelit komunikasi.
Akibat perkembangan teknologi yang demikian cepat, teknologi-teknologi tersebut menjadi saling terkait. Perbedaan-perbedaan yang ada dalam pengumpulan, pengiriman, penyimpanan dan pengolahan informasi menjadi semakin mudah untuk diatasi. Saat ini organisasi-organisasiyang memiliki ratusan kantor yang tersebar dan berjauhan dapat memeriksa keadaan pos terdepannya cukup dengan menekan tombol saja.
Walaupun industri komputer relatif lebih mudah dibandingkan dengan industri-industri lainnya (misalnya otomotif dan transportasi udara), komputer telah mengalami kemajuan yang pesat dalam waktu yang singkat. Dalam dua dekade sejak ditemukannya, sistem komputer sangat tersentralisasi, dan biasannya disimpan di dalam sebuah ruangan besar yang berdinding kaca. Sehingga keberadaannya dapat membuat pengunjung merasa takjub terhadap barang elektronika ajaib tersebut. Saat ini perubahan tingkat menengah atau universitas hanya memiliki satu atau dua buah saja sedangkan institusiyang besar paling banyak hanya memiliki beberapa lusin. Pemikiran bahwa dalam waktu 20 tahun akan dapat diciptakan komputer hebat dengan ukuran lebih kecil dari perangko yang dapat diproduksi secara masal hanya merupakan cerita fiksi ilmiah belaka.
Penggabungan teknologi komputer dan komunikasi berpengaruh terhadap bentuk organisasi sistem komputer. Dewasa ini, konsep “pusat komputer”, sebagai sebuah ruangan yang berisi sebuah komputer besar tempat semua pengguna mengolah pekerjaannya, merupakan pemikiran yang sudah ketinggalan jaman. Model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi telah diganti oleh sekumpulan komputer yang berjumlah banyak yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya. Sistem seperti ini disebut jaringan komputer (computer network). Rancangan dan organisasi jaringan akan menjadi pokok pembahasan selanjutnya.
PEMBAHASAN
A. SISTEM PENGKODEAN
Karakter-karakter data yang akan dikirim dari satu titik ke titik lain, tidak dapat dikirimkan secara lansung. Sebelum dikirim, karakter-karakter data tersebut harus dikodekan terlebih dahulu dengan kode-kode yang dikenal oleh setiap terminal. Tujuan dari sebuah pengkodean adalah menjadikan tiap karakter dalam sebuah informasi digital yaitu ke dalam bentuk biner untuk dapat ditransmisikan.
Kode-kode yang sering digunakan pada beberapa sistem komunikasi data dan dikenal oleh berbagai terminal diantaranya adalah Kode Tujuh Bit (ASCII) dan kodeABCDIC .
B. MACAM-MACAM KODE
1. Kode Baudot
Berawal dari kode morse. Ada kode 4-an, 5-an, 6-an, dan 8-an yang digunakan untuk pengiriman telegraph yang disimpan di pita berupa lubang tutup. Untuk lubang sebanyak 6x berturut-turut disebut sebagai kode 6-an. Begitu juga yang lainya. Kode ini juga digunakan sebagai satuan kecepatan pengiriman data. Kode baudot ini ada sejak 1838 ditemukan oleh Frenchman Emile Baudot sebagai bapak komunikasi data. Terdiri dari 5 bit perkarakter (sehingga dapat dibuat 32 karakter) dan untuk membedakan huruf dengan gambar dipakai kode khusus, yakni 111111 untuk letter dan11011 untuKode ASCII
2. Standard Code (Americank figure. for Information Interchange)
Didefinisikan sebagai kode 7 bit (sehingga dapat dibuat 128 karakter). Masing-masing yaitu 0-32 untuk karakter kontrol (unprintable) dan 32-127 untuk karakter yang tercetak (printable). Dalam transmisi synkron tiga karakter terdiri dari 10 atau 11 bit : 1 bit awal, 7 bit data, 1 atau 2 bit akhir dan 1 bit paritas
3. Kode 4 atau Kode 8
Kombinasi yang diijinkan adalah 4 bit “1” dan 4 bit “0” sehingga dapat dibuat kombinasi 70 karakter.
4. Kode BCD (binary code desimal)
Terdiri dari 6 bit perkarakter dengan kombinasi 64 karakter. Untuk asynkron terdiri dari 9 bit: 1 bit awal, 6 bit data, 1 bit paritas dan 1 bit akhir.
5. Kode EBCID
Menggunakan 8 bit perkarakter dengan 256 kombinasi karakter.
Asynkron: 1 bit awal, 8 bit data, 1 bit paritas dan 1 bit akhir.
C. KARAKTER-KARAKTER PENGKODEAN DATA
1. Kendali Format
Kendali format (format control) merupakan karakter-karakter yang digunakan untuk mengendalikan format pengaturan posisi print head atau kursor sesuai dengan keinginan.
Ada enam karakter yang digunakan untuk melakukan kendali format yaitu :
1.BS (Back Space). Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau menampilkan kursor satu posisi ke belakang.
2.HOT (Horisontal Tabulation). Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau memindahkan kursor ke depan menuju tab berikutnya atau menghentikan posisi.
3.LF (Line Feed). Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau menampilkan kursor menuju posisi karakter yang sesuai pada baris berikutnya.
4.VT (Vertical Tabulation). Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau menampilkan kursor menuju rangkaian baris berikutnya.
5.FF (Form Feed). Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau menampilkan kursor menuju posisi awal halaman, form atau layar berikutnya.
6.CR (Carriage Return). Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau menampilkan kursor menuju pada posisi awal di baris yang sama.
2. Kendali Pengiriman
Kendali pengiriman ini digunakan untuk mengemas pesan ke dalam format yang dikenal dan untuk mengontrol aliran data dalam jaringan. Kendali pengiriman ini digunakan dalam protokol-protokol yang berorientasi karakter. Protokol yang berorientasi karakter, menggunakan karakter-karakter khusus untuk membedakan segmen-segmen bingkai informasi yang berbeda-beda pada saat pengiriman. Pada protokol ini, semua pesan dikirim dalam sederetannya byte.
Beberapa karakter yang digunakan untuk kendali pengiriman antara lain adalah :
1. SOH (Start of Heading)
Menunjukkan bagian awal heading yang berisikan alamat atau arah informasi
2. STX (Start of Text)
Menunjukkan bagian awal teks dan bagian akhir heading
3. ETX (End of Text)
Menunjukkan bagian akhir teks yang dimulai dengan karakter STX
4. EOT (End of Transmision)
Menunjukkan selesainya transmisi dan kemungkinan mencakup atau teks lebih berikut dengan headingnya
5. ENQ (Enquiry)
Menunjukkan permintaan tanggapan dari station yang berjauhan
6. ACK (Acknowledgement)
Menunjukkan respon persetujuan kepada pengirim. Karakter ini dikirimkan oleh penerima untuk menunjukkan respon positif pada pengirim
7. NAK (Negative Acknowledgement)
Dikirimkan oleh penerima untuk menunjukkan respon negatif kepada pengirim
8. SYN (Synchronous /IDLE)
Digunakan oleh sistem transmisi sinkron untuk mempercepat proses sinkronisasi
9. ETB (End of Transmission Block)
Menunjukkan bagian akhir block data untuk keperluan komunikasi
3. Kendali Piranti
Kendali piranti (Device Control) merupakan karakter-karakter yang digunakan untuk mengendalikan piranti seperti mengendalikan operasi fisik dari setiap terminal. Contoh implementasinya adalah seperti menghidupkan atau mematikan tombol penggerak. Karakter-karakter yang dipakai untuk mengendalikan piranti-piranti tersebut antara lain adalah DC1, DC2, DC3 dan DC4. DC1 dan DC3 biasanya dipakai untuk mengendalikan aliran data dari terminal tak sinkron. DC1 untuk menghidupkan aliran dan DC3 untuk mematikan aliran data.
4. Pemisah Informasi
Pemisah informasi (Information Separator) digunakan untuk memisahkan informasi yang dikirim sehingga memudahkan perekaman dan penyimpanan data.
Dari daftar kode ASCII pada tabel 1, terdapat empat karakter yang dikategorikan sebagai pemisah informasi. Keempat karakter tersebut adalah :
Ø US (Unit Separator)
Ø RS (Record Separator)
Ø GS (Group Separator)
Ø FS (File Separator)
D. PENGGUNAAN SISTEM PENGKODEAN
Sejak ditemukannya radio maka penggunaannya semakin lama semakin banyak dan berbagai macam. Hal ini menimbulkan permasalahan yaitu padatnya jalur komunikasi yang menggunakan radio. Bisa dibayangkan jika pada suatu kota terdapat puluhan stasiun pemancar radio FM dengan bandwidth radio FM yang disediakan antara 88 MHz – 108 MHz. Tentunya ketika knob tunning diputar sedikit maka sudah ditemukan stasiun radio FM yang lain. Ini belum untuk yang lain seperti untuk para penggemar radio kontrol yang juga menggunakan jalur radio. Bahkan untuk pengontrollan pintu garasi juga menggunakan jalur radio. Jika kondisi ini tidak ada peraturannya maka akan terjadi tumpang tindih pada jalur radio tersebut.
Alternatifnya yaitu dengan menggunakan cahaya sebagai media komunikasinya. Cahaya dimodulasi oleh sebuah sinyal carrier seperti halnya sinyal radio dapat membawa pesan data maupun perintah yang banyaknya hampir tidak terbatas dan sampai saat ini belum ada aturan yang membatasi penggunaan cahaya ini sebagai media komunikasi.
E. TEKNIK PENGKODEAN
a. Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L)
ii.Voltase yang berbeda bagi bit 0 dan 1
iii.Voltase konstan selama interval bit tidak ada transisi (tidak - kembali ke level voltase 0)
iv.Sebagai contoh ketiadaan voltase untuk biner 0, dan voltase positif konstan untuk biner 1
v.Umumnya voltase negatif bagi biner 1 dan voltase positif untuk yang lainnya.
b. Nonreturn to Zero Inverted (NRZI)
Ø Voltase pulsa konstan untuk durasi waktu bit
Ø Data encode ditandai kehadiran atau ketidakhadiran transisi sinyal pada permulaan waktu bit
Ø Transisi (rendahke tinggi atau tinggi ke rendah) menunjukkan biner 1
Ø Tidak ada transisi menunjukkan biner 0
Ø Merupakan contoh pengkodean differensial
c. Bipolar – AMI
a. Pseudoternary
ü Biner 1 menyatakan tidak ada sinyal
ü Biner 0 menyatakan pulsa yang berganti-ganti negatif dan positif
ü Tidak ada kelebihan atau kekurangan dibandingkan dengan bipolar AM
b. Manchester
ü Transisi di tengah-tengah setiap periode bit
ü Transisi bermanfaat sebagai mekanisme detak dan data
ü Transisi rendah ke tinggi menyatakan biner 1
ü Transisi tinggi ke rendah menyatakan biner 0
ü Digunakan untuk standard IEEE 802.3
c. Differential Manchester
ü Transisi pertengahan bit digunakan untuk menyatakan detak
ü Transisi pada permulaan periode bit menyatakan 0
ü Ketiadaan transisi pada permulaan periode bit menyatakan 1
ü Digunakan pada IEEE 802.5
d. B8ZS
ü Bipolar With 8 Zeros Substitution
ü Berdasarkan pada bipolar-AMI
ü Bila oktaf dari 0 muncul dan pulsa voltase terakhir positif maka dihasilkan 8 nol oktaf yang ditandai dengan 000+-0-+
ü Bila oktaf dari nol muncul dan pulsa voltase terakhir negatif maka dihasilkan 8 nol oktaf yang ditandai dengan 000-+0+-
ü Menyebabkan 2 kode penyimpangan pada AMI
ü Tidak mungkin disebabkan oleh derau
ü Receiver mendeteksi dan mengartikan oktaf berisi semua no.l
e. HDB3
ü High Density Bipolar 3 Zeros
ü Berdasarkan bipolar-AMI
ü String dari 4 nol menyatakan 1 atau 2 pulsa
F. ENCORDING Dan DECODING
Encoding, merupakan proses pengkonversian suatu sumber data analog maupun digital menjadi sinyal digital. Bentuk sinyal yang dihasilkan nantinya bergantung kepada teknik encoding dan media transmisi yang digunakan. Sinyal yang paling banyak dikenal adalah sinyal audio yang berbentuk gelombang bunyi dan dapat didengar oleh manusia. Sinyal ini biasa disebut dengan speech. Sinyal yang dihasilkan dari speech tersebut memiliki komponen frekuensi antara 20 Hz sampai 20 kHz. Tetapi sebagian spektrum energinya terkonsentrasi pada frekuensi rendah.
Untuk menjadikan sinyal digital, maka sumber analog di encoding terlebih dahulu menjadi sinyal digital. Data digital atau analog akan melewati suatu alat yang disebut dengan encoder yang digunakan untuk melakukan encoding sehingga menghasilkan sinyal digital. Sinyal digital tersebut digunakan dalam kegiatan transmisi data. Sedangkan untuk menuju kepada penerima akan diubah kembali pada sinyal asli baik analog maupun digital. Untuk itu digunakan alat yang disebut dengan nama decoder dan proses perubahan sinyal yang dinamakan decoding.
Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Sistem Pengkodean data pun sangat besar manfaatnya bagi dunia teknologi informasi dan telekomunikasi
